Jumat, 21 September 2012

PENGERTIAN SISTEM SOSIAL


PENGERTIAN SISTEM SOSIAL
OLEH : ARIS JULIANSYA

Berasal dari bahasa Yunani yang berarti sehimpunan dari bagian/komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
1. Pengertian sistem yang digunakan untuk menunjuk sehimpunan gagasan/ide yang tersusun dan membentuk suatu kesatuan yang logis dan kemudian sebagai sebuah pikiran filsafat tertentu misalnya agama, bentuk pemerintahan.
2. Pengertian sistem digunakan untuk menunjuk sekelompok atau sehimpunan/sekesatuan dari benda-benda tertentu yang memiliki hubungan secara khusus. Contoh: Arloji.
3. Pengertian sistem dipergunakan dalam arti metode atau tata cara. Contoh: sistem pernapasan.

Ciri-ciri khusus dari satu sistem adalah:
a. Sistem terdiri dari banyak bagian/komponen.
b. Komponen-komponen sistem saling berhubungan satu sama lain dalam pola saling ketergantungan.
c. Keseluruhan sistem lebih dari sekadar penjumlahan dari komponen-komponennya. (lebih kea rah kualitas. kontribusi dari komsumen yang satu dan yang lain)

Talcott Parsons : Sistem sebagai sebuah pengertian yang menunjuk pada adanya saling ketergantungan antara bagian-bagian, komponen-komponen, dan proses-proses yang mengatur hubungan tersebut. Parsons menambahkan karakteristik lain dari suatu sistem yaitu bahwa sistem sosial cenderung akan selalu mempertahankan keseimbangan.
(katup pengaman AGIL: Adaptation, goal attainment, integration, latent pattern maintenance).
Goal attainment: tujuan yang ingin dicapai
Integration: Kemampuan untuk berintegrasi
Latent pattern maintenance: pola-pola yang tidak kelihatan
(Tercipta social order: keteraturan).

Dalam konsep saling ketergantungan cirri-ciri antara lain:
1.Paling kurang ada dua bagian atau lebih yang saling menjadi gantungan bagi yang lainnya.
2.Dalam konsep saling ketergantungan kata “saling” tidak harus diinterpretasikan sebagai keadaan yang memperlihatkan keseimbangan murni, misalnya 50% berbanding 50%.
3.Dalam konsep saling ketergantungan terkadang adanya saling membutuhkan dengan pengertian bahwa saling membutuhkan itu tidak selamanya harus seimbang oleh sebab itu kebutuhan satu elemen atau bagian erat berkaitan dengan elemen lainnya dalam sistem tersebut.

Menurut Auguste Comte beberapa pokok pikiran penting yang terdapat dari organisma biologis ada kesamaanya dengan organisasi sosial. Alasan Comte:
1. Sosiologi dan biologi mempunyai hubungan yang sangat erat karena keduanya mempelajari organisma. Biologi mempelajari organisma tubuh organik sedangkan sosiologi mempelajari masyarakat organic atau organisma sosial.
2. Begitu dekatnya biologi dan sosiologi sehingga yang disebut dengan istilah masyarakat atau organisma sosial adalah terdiri dari keluarga-keluarga sebagai elemen atau sel, kelas-kelas atau lapisan dalam masyarakat adalah kelenjar-kelenjar, kota adalah organ-organnya.
3. Sosiologi dalam pandangan Comte merupakan ilmu poditif atau ilmu empiric yang dapat menggunakan metode ilmiah untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik.
4. Comte sangat menganjurkan keteraturan sosial dan keseimbangan dan membenci kekacauan.

Pokok-poko pikiran H. Spencer
1. Proses evolusi berjalan dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks. Ini merupakan analogi berarti sebagai organisma sosial masyarakat berkembang dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
2. Mencakup perbandingan antara individu sebagai makhluk biologis dan masyarakat sebagai makhluk sosial.

Alasan analogi Spencer.
1. Masyarakat bertumbuh dan berkembang dar yang sederhana ke yang kompleks.
2. Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat berjalan secara pelan-pelan atau evolusioner.
3. Walaupun jumlah institusi sosial itu bertambah banyak hubungan antara institusi dengan institusi lainnya tetap dipertahankan karena semua institusi itu berkembang dari institusi yang sama.
4. Seperti halnya bagia dalam organisma biologis, bagian-bagian organisma sosial itu memiliki sistem-sistemnya sendiri (sebagai sub sistem) yang dalam beberapa hal tertentu dia berdikari.

Kehidupan sosial sebagai suatu sistem sosial.
Kehidupan sistem sosial harus dipandang sebagai suatu sistem yaitu sistem sosial yakni suatu keseluruhan bagian-bagian atau unsure-unsur yang saling berhubungan dalam satu kesatuan. Kehidupan sosial adalah kehidupan bersama manusia atau kesatuan manusia yang hidup dalam suatu pergaulan oleh karena itu kehidupan sosial pada dasarnya ditandai oleh:
a. Adanya manusia yang hidup bersama yang dalam ukuran minimalnya berjumlah dua orang atau lebih.
b. Manusia tersebut bergaul atau berhubungan dan hidup bersama dalam waktu yang cukup lama oleh karena itu terjadilah adaptasi dan pengorganisasian perilaku serta munculnya suatu perasaan sebagai kesatuan.
c. Adanya kesadaran bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
d. Suatu sistem kehidupan bersama
Ciri-ciri interaksi sosial menurut Loomis.
1. Pihak yang berinteraksi berjumlah lebih dari satu orang
2. Adanya komunikasi antara pihak-pihak tersebut dengan menggunakan lambing-lambang tertentu
3. Adanya dimensi waktu yang mencakup masa lampau, masa kini, dan masa mendatang
4. Adanya tujuan-tujuan tertentu
“Kehidupan sosial dapat dilihat dalam struktur sosial”
Struktur sosial adalah suatu pergaulan hidup manusia meliputi barbagai tipe kelompok yang terjadi dari orang banyak dan meliputi pula lembaga-lembaga dimana orang banyak tadi ambil bagian.
Di dalam struktur sosial terdapat pranata atau lembaga sosial.
Talcot parsons mengatakan pranata-pranata atau pola-pola kelembagaan adalah suatu aspek pokok mengenai apa yang digeneralisasikan merupakan struktur sosial.
Kelompok sosial
Salah satu wujud dari struktur sosial adalah kelompok sosial. Kelompok sosial merupakan kumpulan manusia tetapi bukan sembarang kumpulan. Suatu kumpulan manusia dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memenuhi criteria sebagai berikut:
1. Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
2. Adanya hubungan timbal balik antara yang satu dengan lainnya dalam kelompok itu.
3. Adanya suatu factor yang dimiliki bersama oleh anggota-aggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.
4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.

Lembaga sosial (menurut selo soemarjan)
Pranata sosial (menurut Koentjaraningrat)
Lembaga sosial/lembaga kemasyarakatan adalah himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kehidupan pokok di dalam kehidupan masyaarakat.
Menurut Rosed dan Warren, lembaga sosial adalah pola-pola yang telah mempunyai kedudukan tetap atau pasti untuk mempertemukan macam-macam kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dengan cara-cara yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.
“Pranata keluarga, pendidikan, ekonomi, agama” Menurut Koentjaraningrat.
Margono Slamet: pranata keluarga, ekonomi, pemerintahan, agama dan norma-norma, pendidikan dan penerangan umum, dan kelas masyarakat.
Unsur-unsur sistem sosial
Suatu sistem sosial yang menjadi pusat perhatian barbagai ilmu sosial pada dasarnya merupakan wadah dari proses-proses dan pola-pola interaksi sosial.
Menurut Soryono Soekanto unsur-unsur pokok suatu sistem sosial adalah:
1. kepercayaan yang merupakan pemahaman terhadap semua aspek alam semesta yang dianggap sebagai suatu kebenaran mutlak.
2. Perasaan dan pikiran yaitu suatu keadaan kejiwaan manusia yang menyangkut keadaan sekelilingnya baik yang bersifat alamiah maupun sosial.
3. Tujuan merupakan suatu cita-cita yang harus dicapai dengan cara mengubah sesuatu atau mempertahankannya.
4. Kaidah atau norma yang merupakan pedoman untuk bersikap/berperilaku secara pantas.
5. Kedudukan dan peranan: kedudukan merupakan posisi-posisi tertentu secara vertical sedangkan peranan adalah hak-hak dan kewajiban-kewajiban baik secara structural maupun prosesual.
6. Penguasaan yang merupakan proses yang bertujuan untuk mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa masyarakat untuk mentaati kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku.
7. Sanksi-sanksi positif dan negative.
8. Fasilitas
9. Keserasian dan kelangsungan hidup
10. Keserasian antara kualitas hidup dengan lingkungan

Sifat dan proses utama dalam sistem sosial
1. Sifat terbuka sistem sosial. Sistem sosial pada umumnya di dalamnya terjadi proses yang saling pengaruh mempengaruhi, hal ini terjadi karena adanya saling keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainnya atau satu bagian dengan bagian lainnya atau antara subsistem dengan subsistem lainnya.
Menurut Margono slamet mengatakan suatu sistem sosial dipengaruhi
1.Ekologi, tempat, dan geografi (dimana masyarakat itu berada)
2.Demografi yang menyangkut populasi, susunan, dan cirri-ciri populasi
3.Kebudayaan menyangkut nilai-nilai sosial, sistem kepercayaan dan norma-norma dalam masyarakat
4.Kepribadian meliputi sikap mental, semangat, temperamen dan cirri-ciri psikologis masyarakat
5.Waktu
Emille Durkheim
Konsep saling ketergantungan
syaratnya: melihat masyarakat sebagai suatu kesatuan
masyarakat dilihat sebagai fakta sosial
Fakta sosial adalah kumpulan norma, nilai, dan sebagainya yang memaksa anggota masyarakat untuk tunduk dan patuh.
Solidaritas sosial: Keadaan menjadi satu atau bersahabat yang muncul karena adanya tanggung jawab bersama dan kepentingan bersama diantara para anggotanya
Tipe solidaritas sosial terbagi: solidaritas mekanik (biasanya di pedesaan) dan solidaritas organik (biasanya di perkotaan)
“social consciousness” = kesadaran sosial
Kesadaran sosial ini yaitu sadar akan adanya kelompok dimana kita termasuk di dalamnya.
Integrasi sosial : membuat unsur-unsur tertentu menjadi satu kebutuhan yang bulat dan utuh. Contoh konkret membuat masyarakat menjadi satu kesatuan yang bulat
Integrasi sosial: suatu usaha untuk membangun ketergantungan yang lebih erat antara bagian-bagian atau unsur-unsur dari masyarakat sehingga tercipta suatu kesadaran yang lebih harmonis yang memungkinkan terjalinnya kerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.

Kesadaran kolektif : sadar akan adanya kelompok
Elemen-elemen dasar yang terdapat dalam konsep kesadaran kolektif
1. Adanya perasaan senasib dalam satu komunitas
2. Adanya kewajiban moral untuk melaksanakan tuntutan-tuntutan yang diberikan oleh komunitas
Talcot parsons membagi dua dikotomi
1. Masyarakat tradisional
2. Masyarakat modern
Sifat-sifat masyarakat di atas disebut variable berpola.
Masyarakat tradisional cirri-cirinya:
1. Afektif
2. Berorientasi kolektif
3. Partikularistik= bersifat khusus
4. Askriptif : kedudukan seseorang dilihat dari latar belakang sejarah/keluarganya
5. Kekaburan/amorf: pesan yang dilakukan para anggota tidak special
Masyarakat modern cirri-cirnya
1. Netral afektif : tidak berdasarkan perasaan
2. Berorientasi nilai
3. Universalistik: hubungan sosialnya tidak bersifat khusus
4. Prestasif: kedudukan seseorang berdasarkan prestasi
5. Spesifik: pekerjaan jelas

MASYARAKAT MAJEMUK (Plural society)

J.S Furnival
Menurrut J.S Furnival, pada masa Hindia Belanda masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yaitu suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada perbedaan satu sama lain di dalam satu kesatuan politik. Di dalam kehidupan politik pertanda yang paling jelas dari masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk adalah tidak adanya kehendak bersama. Sebagai masyarakat majemuk, mereka yang berkuasa dan mereka yang dikuasai memiliki perbedaan ras. Orang-orang Belanda sebagai elit yang memerintah, orang-orang China sebagai kelas menengah, sedangkan orang-orang pribumi sebagai kelompok terbesar merupakan kelas bawah.
Pada masa itu, masyarakat Indonesia secara keseluruhan terdiri dari elemen-elemen yang terpisah satu sama lain oleh karena perbedaan ras. Masing-masing lebih merupakan kumpulan individu-individu, sebagai suatu keseluruhan yang bersifat organis. Sebagai individu kehidupan sosial mereka tidak utuh. Orang-orang Belanda pada masa itu, datang ke Indonesia untuk bekerja. Orang-orang China datang ke Indonesia untuk kepentingan Ekonomi. Sementara orang pribumi, tidak lebih sebagai pelayan di negerinya sendiri. Kelompok masyarakat ini, melalui agama, kebudayaan, dan bahasa masing-masing mempertahankan atau memelihara pola pikir dan cara-cara hidup mereka. Hasilnya berupa masyarakat Indonesia yang sebagai keseluruhan tidak memiliki kehendak bersama.
Pandangan lainnya mengenai masyarakat majemuk juga dikemukakan oleh Cliforts goerts. Dia mengemukakan bahwa masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terbagi-bagi dalam sub-sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri. Dimana masing-masing subsistem terikat ke dalam ikatan-ikatan yang bersifat primordial. Selain itu Piere L. Van den Bergher juga mengemukakan beberapa cirri sebagai sifat dasar masyarakat majemuk, yaitu:
1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang seringkali memiliki sub kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat noncomplementer
3. Kurang mengembangkan consensus diantara para anggotanya terhadapa nilai-nilai yang bersifat dasar
4. Secara relatif seringkali mengalami konflik-konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
5. Secara relative integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi
6. Adanya dominasi oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok lain.
Ditinjau dari struktur masyarakat secara horizontal kenyataan menunjukkan pada masyarakat kita ada kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan suku bangsa, etnik, perbedaan-perbedaan agama, perbedaan-perbedaan adapt istiadat, perbedaan-perbedaan kedaerahan. Sedangkan secara vertical adanya perbedaan-perbedaan antara lapisan atas dan lapisan bawah cukup tajam
Melihat kondisi ini, hal diatas ini juga dapat merupakan sumber konflik.
Dari analisa tadi melahirkan dua toeri yaitu : teori konsensus dan teori konflik.

Teori yang saling bertentangan.
Model masyarakat dalam model konsensus
1.Norma dan nilai merupakan elemen-elemen dasar dalam kehidupan sosial
2.Konsekuensi kehidupan sosial adalah komitmen
3.Masyarakat pasti kompak
4.Kehidupan sosial tergantung pada solidaritas
5.Kehidupan sosial didasarkan pada kerja sama dan saling memperhatikan atau saling membutuhkan
6.Sistem sosial tergabung pada konsensus
7.Masyarakat mengakui adanya otoritas yang abash
8.sistem sosial bersifat integratif
9.Sistem sosial cenderung bertahan
Model masyarkat menurut model konflik
1.Kepentingan merupakan elemen dasar dalam kehidupan sosial
2.Konsekuensi kehidupan sosial adalah paksaan
3.Kehidupan sosial pasti terpecah belah
4.Kehidupan sosial menghasilkan oposisi, perpecahan, dan permusuhan
5.Kehidupan sosial menghasilkan konflik yang berstruktur
6.Kehidupan sosial menghasilkan kepentingan yang sudah dikotak-kotakkan
7.Diferensiasi sosial menghasilkan kekuasaan
8.Sistem sosial merusak integrasi dan padat kontradiksi
9.Sistem sosial cenderung berubah
Model integrasi
1.Setiap masyarakat secara relative bersifat langsung
2.Setiap masyarakat merupakan struktur elemen-elemen yang terintegrasi dengan baik
3.Setiap elemen dalam suatu masyarakat memiliki suatu fungsi yaitu menyumbang pada bertahannya sistem itu
4.Setiap struktur sosial yang berfungsi di dasarkan pada konsensus nilai di antara para anggotanya
Model Konflik
1.Setiap masyarakat kapan saja tunduk pada proses-proses perubahan sehingga perubahan sosial ada di mana-mana
2.Setiap masyarakat kapan saja memperlihatkan perpecahan dan konflik-konflik sosial ada di mana-mana
3.Setiap elemen dalam masyarakat menyumbang pada disintegrasi dan perubahan
4.Setiap masyarakat didasarkan pada paksaan atas beberapa anggotanya oleh orang lain
Lewis Kauser menganalisis fungsi konflik dalam masyarakat dan pendapatnya adala sebagai berikut:
1.Konflik dapat merupakan cara/alat untuk mempertahankan, mempersatukan, mempertegas sistem sosial yang ada
2.Dalam setiap masyarakat seringkali berkembang satu atau beberapa budaya
3.mekanisme untuk meredakan ketegangan yang ada, sehingga struktur itu sebagai keseluruhan tidak terancam. Mekanisme oleh Causer disebut dengan safetywalfer atau katup pengaman
4.Causer juga mengmukakan yang sangat menarik untuk kita ketahui yaitu mengenai jenis konflik. Ada konflik realistik dan non realistic. Konflik realistik yang muncul dengan alasan yang tidak jelas.

Istilah integrasi berasal dari kata/bahasa latin “integrare” yang memiliki arti memberi tempat pada suatu keseluruhan
Integrare (kata kerja). Integritas (kata benda), kemudian keduanya menjadi kata sifat (integer). Integritas artinya kebulatan/keutuhan. Istilah integrasi berarti membuat unsur-unsur tertentu menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh
Integrasi sosial: membuat masyarakat menjadi satu keseluruhan yang bulat. Kegiatan tersebut dapat digunakan pada masyarakat mikro, meso, makro.
Masyarakat mikro: misalnya keluarga
Masyarakat meso: misalnya organisasi
masyarakat makro: misalnya bangsa

Unsur-unsur yang mendukung masyarakat makro (bangsa)
1.Adanya sejumlah kelompok etnis, tiap-tiap kelompok merasa dirinya berasal dari keturunan yang berbeda. Perbedaan itu bisa dilihat dari sosok yang berbeda (kulit, bentuk, tubuh)
2.adanya perbedaan corak budaya. Perbedaan ini terlihat pada bahasa sehari-hari, adat istiadat, pola-pola kelakuan, dan sebagainya
3.adanya perbedaan agama dan kepercayaan. Tiap suku mempunyai agama dan kepercayaan asli yang berbeda. Suku yang tidak mempertahankan agama asli, kemudian memeluk agama dan kepercayaan diri
4.adanya perbedaan kekayaan alam
unsur-unsur yang mendorong integrasi sosial
1.daerah-daerah yang kumulatif luas dan ternyata mempunyai sifat-sifatnya persamaan, misalnya situasi klimatologis, hidrologis serta flora dan fauna
2.pengalaman yang sama pada masa silam (pengalaman politik, pengalaman yang sama mengalami bencana)
3.kemauan bersama untuk menjadi satu bangsa, dengan satu sosial budaya yang sama, tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya kedaerahan
4.ada ideologi dan undang-undang dasar yang sama yang dinyatakan secara konkret dengan satu lambing nasional

Definisi integrasi
Integrasi statis adalah keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang beragam, di mana masing-masing kelompok tempat yang sesuai dalam struktur dan fungsi sosial budaya pada lapisan yang lebih tinggi
Integrasi dinamis didefinisikan sebagai keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial beserta sistem sosial budaya mereka, dalam struktur sedemikian rupa, sehingga pelaksanaan fungsinya dapat disesuaikan dalam situasi dan kondisi yang berubah-ubah dalam mencapai tujuan bersama

Keuntungan dan kerugian sistem integrasi statis
Etnik yang tertinggal dan terisolasi dapat ditingkatkan ke tingkatan yang lebih cerdas, beradab, setaraf dengan etnik-etnik yang lebih maju
Berkat ketaatannya yang disiplin dan seragam di segala bidang kehidupan, penyelewengan dapat dikurangi sehingga tercipta ketenangan dan keamanan
Sisi negatif integrasi statis
Suku atau golongan yang sudah maju dan berkebudayaan tinggi, merasa perkembangan dihambat karena harus mengikuti ritme resmi yang sama dengan golongan lain yang belum maju



Bottom of Form